Kamis, 19 September 2013

Menulis itu Bakat?

1 komentar
Seringkali kita dapatkan perkataan orang-orang yang ada di sekitar kita atau bahkan perkataan kita sendiri, dimana ketika kita melihat seseorang yang hebat di dalam satu hal, semisal pesebakbola lionel messi yang hebat di dalam bermain sepak bola, valentino rossi yang hebat di dalam menunggangi motor balap moto gpnya, atau kobe Bryant yang hebat di dalam olahraga basket dan masih banyak person-person lainnya, bahwa mereka hebat disebabkan bakat alam yang ada di dalam dirinya, sehingga kita sebagai pemerhati mereka hanya bisa mengagumi mereka dan merasa tidak mampu menjadi hebat seperti mereka dikarenakan kami tidak memiliki bakat seperti mereka.

Dalam hal menulis, banyak juga diantara kita yang bersifat seperti itu, dimana ketika kita membaca buku atau novel semisal karya seorang penulis seperti kang abik yang karyanya begitu unik dan mampu membuat orang-orang yang membacanya terkagum-kagum dikarenakan cerita yang dibuatnya seakan-akan nyata, kita hanya bisa bilang bahwa kang abik itu hebat, dia memang sudah memiliki bakat menulis, jadi kita tidak akan bisa menjadi hebat seperti dia di dalam menulis.

Padahal jika sadari bahwa siapapun itu, baik itu kang abik, messi, valentine rossi, mereka menjadi hebat di dalam bidangnya bukan hanya karena bakat yang ada di dalam dirinya melainkan mereka juga terus-menerus meningkatnya kualitas dirinya dengan berlatih, belajar dalam rentang waktu yang cukup lama, pantang menyerah dan bekerja keras dengan maksimal. Jika kita ingin menyamai mereka, kita pasti bisa, tapi jelas syaratnya tidaklah ringan. Jika kita ingin menyamai mereka, maka kita harus mengikuti cara-cara yang mereka lakukan untuk bisa menjadi seperti sekarang ini, semisal messi yang berlatih berlatih tiap hari berjam-jam, bahkan dia sendiri memiliki masalah pada kakinya ketika masih kecil, tapi itu semua tidak menjadi halangan baginya, dan berkat latihannya dan kerja kerasnya maka dia bisa menjadi hebat seperti sekarang ini.

Jadi jika kita memang memiliki mimpi untuk menjadi seorang penulis yang hebat, menghasilkan banyak karya, maka tidak ada lagi alasan bakat, karena pengaruh bakat hanya beberapa persen saja bagi kesuksesan kita, yang lebih berpengaruh pada kesuksesan kita adalah niat yang kuat, kerja keras dan terus-menerus menjadikan menulis sebagai sebuah kegiatan rutin kita tiap hari. Tidak ada orang yang hebat tanpa berlatih, dan tidak ada orang yang ujug-ujug langsung ahli tanpa melalui proses mencoba dan belajar.

Paksakanlah diri untuk menulis, biasakanlah menulis, apapun itu, seburuk apapun tulisan kita. Buat menulis menjadi kebiasaan dalam hidup kita, semakin sering kita menulis, maka akan semakin bertambah kemampuan menulis kita dan jelas akan semakin baik kualitas tulisan kita. Kemudian iringi kegiatan menulis tersebut dengan banyak membaca tulisan-tulisan orang yang lain, dan banyak-banyaklah meminta masukan dari penulis-penulis yang sudah senior. Insya Allah dengan beberapa cara diatas, akan memudahkan jalan bagi kita untuk menjadi penulis yang hebat. Jadi ingat sekali lagi ya, bahwa menulis bukanlah bakat, tapi menulis itu adalah sebuah kebiasaan. So biasakanlah menulis, insya Allah jadi penulis hebat bukan lagi menjadi mimpi bagi kita.


Semoga bermanfaat 

-Pangeranmenulis-
Read full post »

Selasa, 17 September 2013

Judul

0 komentar
Sebuah tulisan lebih mudah dibuat atau lebih mengalir untuk ditulis ketika kita sudah menentukan sebuah judul. Karena ketika judul sudah ditentukan maka secara langsung pikiran kita akan focus pada judul tersebut, dan secara otomatis akan mengumpulkan berbagai informasi yang berkaitan dengan judul yang sudah kita tentukan.

Dan kita sebagai penulis pasti mengakui bahwa menulis tanpa adanya judul atau tema yang ingin dibahas seperti melakukan sebuah pekerjaan yang sama sekali tidak ada tujuan di dalam melakukannya. Misalkan saya mengalami sakit pada lambung, kemudian saya pergi ke dokter untuk memeriksakan penyakit saya, sesampainya di rumah sakit, saya langsung menemui dokter dan mengatakan bahwa saya sedang sakit, kemudian ketika dokter bertanya sakit apa, saya diam saja. Ketika saya berbuat seperti ini maka sang dokter pasti bingung, apa yang harus dilakukannya dan dia harus memulai memeriksa darimana, bahkan yang ada saya malah diusir karena telah mengganggu jam kerjanya, hehehe. Tapi ketika saya langsung mengatakan bahwa saya mengalami sakit di lambung saya, maka dengan segera dokter akan memeriksa keadaan lambung saya, dan dengan cekatan akan memberikan saran-saran terkait penyakit yang saya alami dan memberikan obat yang sesuai dengan penyakit lambung yang saya alami.

Seperti itulah pentingnya sebuah judul dalam menulis, karena dengan adanya judul, kita akan dengan mudah mengarahkan kemana kita jalan pikiran kita, dan secara otomatis otak kita akan memberikan perintah kepada tangan untuk mengetikkan semua yang telah tergambar di pikiran, yang tanpa sadar tulisan sudah berjalan, dari mulai satu kata hingga menjadi rangkaian kalimat, dan tiap kalimat membentuk paragraf, dan barisan paragraf menjadi sebuah tulisan yang siap untuk dibaca.

Kesimpulannya, sebuah tulisan diawali dari sebuah judul atau tema yang telah ditentukan, maka sebelum kita mulai menulis, sebaiknya kita telah menentukan judul atau tema yang ingin dibahas, setidaknya beberapa jam sebelum menulis. Kenapa begitu?, agar pada selisih waktu antara judul yang telah ditentukan dengan waktu menulis, di sela-sela waktunya bisa kita manfaatkannya untuk memproses hal-hal apa sajakah yang nantinya akan kita tulis. Selain itu hal ini juga berguna agar kita tidak membuang waktu di dalam kebingungan, kebingungan dalam menuliskan apa yang akan ditulis. Karena judul atau tema yang mendadak membuat otak kita berpikir keras, dan jauh dari rileks, sehingga hasil dari tulisan kita jelas kurang maksimal, bahkan jauh dari teratur. Jadi tentukanlah judul tulisanmu dan pikirkanlah. Kelak pada waktu menulis tanganmu akan menuliskan berbagai gambaran di otakmu dengan mudah. Selamat menulis.

Semoga Bermanfaat

-PangeranMenulis-



Read full post »

Kamis, 12 September 2013

Membaca 3x , Menulis 3x

1 komentar
Alhamdulillah tulisan saya di blog pangeranmenulis.blogspot.com sudah berjumlah hampir 30 tulisan, saya sama sekali tidak menyangka bisa menulis hingga sebanyak itu, karena di waktu-waktu yang lalu saya selalu ragu setiap kali membuat tulisan. Ragu akan isi dari tulisan yang saya buat dan ragu jikalau ada respon negative dari pembaca tulisan saya. Tapi ragu itu sekarang perlahan-lahan sudah menghilang terbang ke awan. Karena tulisan itu ada untuk dibaca, jikapun ada keraguan maka itu hanya keraguan yang tak beralasan, pun ada komentar negative itulah arti kehidupan, bahwa segala sesuatu pasti ada kekurangan, dan tiap insan menutupi kekurangan tersebut dengan masukan yang diterima dari kelebihan yang dimiliki oleh insan lainnya.

Terkait dengan tulisan saya, setiap kali saya selesai menulis sebuah tulisan, saya selalu menyempatkan waktu untuk membuka twitter, dimana saya memanfaatkan media twitter untuk sharing tulisan saya, agar kelak dibaca oleh teman-teman yang memfollow saya, berharap ada yang berkunjung ke blog saya dan membaca apa yang saya tulis, kemudian berharap lebih agar diberikan komentar baik saran atau kritik atas apa yang saya tulis.

Pada saat ini saya juga memanfaatkan twitter untuk berinteraksi dengan para penulis-penulis tersohor di Indonesia, makanya saya seringkali me“mention” mereka berharap agar bisa mendapat masukan dari mereka atas tulisan-tulisan yang telah saya buat. Beberapa waktu yang lalu saya cukup kaget ketika mention saya dibalas oleh seorang penulis yang cukup terkenal di Indonesia, karena dia sudah malang melintang di dunia penulisan hingga puluhan tahun, dan hasil karya tulisnya hingga saat ini sudah mencapai 130 buku, sangat-sangat luar biasa, dan patutlah bagi saya untuk menjadikannya seorang panutan dalam dunia penulisan yang saya geluti saat ini, dia adalah Ibu Pipiet senja (@pipietsenja).

Sebuah pesan yang disampaikan oleh ibu Pipiet senja kepada saya terkait dengan menulis adalah “banyak baca karya siapapun ya nak! Membaca, membaca, membaca. Menulis, menulis, menulis”. Inilah pesan atau masukan darinya untuk saya, dan jelaslah masukan ini sangat berharga bagi saya, dan akan saya jalankan dengan baik masukan tersebut agar saya bisa mengikuti kesuksesannya di dalam dunia penulisan. Ketika tulisan saya semakin baik, maka akan semakin mudah bagi pembaca memahami apa yang saya sampaikan di dalam tulisan yang saya buat.

Penting untuk diperhatikan bagi para pembaca bahwa, pesan ibu Pipiet senja diatas merupakan pesan yang sifatnya general, walaupun itu disampaikan khusus kepada saya, tapi pada hakikatnya ketika teman-teman ingin menjadi penulis yang hebat lagi menghasilkan karya tulis yang dahsyat, maka pesan tersebut juga sebenarnya ditujukan untuk teman-teman. Jadi jika kita ingin menjadi penulis yang hebat berusahalah untuk konsisten di dalam Membaca, membaca, membaca. Menulis, menulis, menulis.

(Terima kasih ibu Pipiet Senja atas masukannya, semoga ibu semakin sukses, dan terus menghasilkan karya-karya tulis yang bermanfaat bagi negeri ini)

Semoga bermanfaat


-PangeranMenulis-
Read full post »

Kamis, 05 September 2013

Halangan dan Rintangan Penulis Pemula

0 komentar
Di dalam dunia penulisan yang saat ini baru saya jalani beberapa hari, menulis masih merupakan hal yang cukup berat, harus memutar otak dan berpikir secara mendalam untuk memunculkan sebuah ide kemudian merealisasikannya di dalam sebuah tulisan yang sederhana.

Berbicara tentang ide penulisan, yang saya rasakan ketika ingin membuat sebuah tulisan, ide itu begitu mudah untuk di dapatkan, bahkan hingga beberapa ide berdatangan di pikiran. Akan tetapi ide tinggalah ide, tidak seperti lisan yang mudah untuk disampaikan, menuangkan sebuah ide ke dalam sebuah tulisan adalah hal yang kompleks, apalagi bagi penulis pemula seperti saya.

Di waktu tertentu, ada waktu dimana rasa bingung itu muncul ketika tulisan telah dimulai, dan mulailah tangan ini terdiam diatas keyboard, pun menekan keyboard, maka yang ditekan adalah tombol backspace, hingga akhirnya tulisan yang telah di ketik terhapus kembali. Kebingungan itu muncul dikarenakan arus ide yang tiba-tiba terhenti, atau juga dikarenakan keraguan dalam hati yang merasa bahwa tulisan yang kita buat menyimpang dari ide yang ada.

Inilah sedikit hal terkait halangan dan rintangan bagi penulis pemula seperti saya. Boleh jadi hal ini juga dirasakan oleh para penulis terkenal ketika baru memulai untuk mengawali karir menulisnya. Dan keberhasilan mereka saat ini hingga menjadi penulis terkenal adalah dikarenakan kegigihannya untuk mendobrak tanpa putus asa halangan dan rintangan tersebut.

Sebagai penulis pemula, ada prinsip yang terus saya genggam di dalam menghadapi halangan dan rintangan diatas, yaitu dengan rutin menulis minimal 1 tulisan per hari, walaupun hanya berisikan 1 paragraf. Kelak nantinya kegiatan menulis menjadi kebiasaan harian bagi kita walaupun tidak mudah untuk dilakukan, dengan begitu perlahan-lahan nantinya tangan dan otak bisa bersinergi secara otomatis sehingga menghasilkan tulisan yang enak dibaca lagi merasuk ke hati pembaca.

 Semoga bermanfaat


-PangeranMenulis-
Read full post »
 

Copyright © PangeranMenulis Design by Free CSS Templates | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger